Oleh: Lia Astuti Ningsih
Bisnis laundry merupakan salah satu jenis usaha jasa yang terus bertumbuh, khususnya di kota-kota besar dengan mobilitas tinggi seperti Jakarta, Tangerang, Depok, dan sekitarnya. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin praktis, meningkatnya jumlah pekerja, mahasiswa, hingga hunian vertikal seperti apartemen dan kos-kosan membuat kebutuhan jasa laundry semakin stabil.

Namun, memulai usaha laundry tidak hanya soal membeli mesin cuci dan mencari lokasi strategis. Ada aspek legalitas, perizinan, perpajakan, hingga manajemen operasional yang wajib dipahami sejak awal agar usaha berjalan aman dan berkelanjutan. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan sistematis panduan memulai usaha laundry untuk pemula, mulai dari dasar hukum hingga sistem pajaknya.
Usaha laundry adalah kegiatan usaha yang bergerak di bidang jasa pencucian pakaian, linen, atau tekstil lainnya, baik menggunakan sistem kiloan maupun satuan (misalnya dry cleaning atau cuci karpet).
Model usaha laundry umumnya terbagi menjadi :
Karakteristik utama usaha ini adalah berbasis jasa, dengan modal utama pada peralatan, lokasi, dan kualitas layanan.

Memahami risiko sejak awal akan membantu pelaku usaha menyiapkan sistem operasional yang rapi dan profesional.
Dalam klasifikasi usaha berdasarkan KBLI 2020, bisnis laundry termasuk dalam :
KBLI 96200 - Aktivitas penatu
Kelompok ini mencakup usaha jasa pelayanan pencucian dan dry cleaning, penatu, pencelupan dan tisi barang-barang tekstil jadi (termasuk berbahan kulit bulu binatang) dan tekstil lainnya untuk keperluan rumah tangga maupun industri perorangan, dilakukan dengan peralatan mekanik, baik yang dioperasikan dengan tangan atau dengan koin, seperti taplak meja, seprei, karpet, termasuk juga pakaian dan barang tekstil jadi. Termasuk kegiatan pencucian (shampooing) carpet, dan rug serta curtain gorden; jasa pengumpulan penatu dan pengirimannya; jasa penyediaan linen, seragam kerja dan barang lain yang terkait oleh penatu; reparasi dan alterasi atau pengubahan kecil dari pakaian atau tekstil lain yang terkait dengan pencucian.
Berdasarkan sistem OSS (Online Single Submission), usaha laundry termasuk kategori usaha risiko rendah hingga menengah rendah, sehingga umumnya cukup dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pernyataan pemenuhan standar tertentu. Pemilihan KBLI yang tepat penting untuk : Penerbitan NIB, kesesuaian izin usaha, kepatuhan perpajakan, dan pengajuan pembiayaan ke bank.
Pilihan bentuk usaha :
Untuk skala kecil, usaha perorangan atau PT Perorangan sudah cukup. Jika ingin lebih profesional dan mudah bekerja sama dengan perusahaan, bentuk PT lebih direkomendasikan.
Langkah legalitas meliputi :
Lokasi ideal yaitu dekat kos-kosan, area apartemen, lingkungan padat penduduk atau dekat perkantoran. Pastikan lokasi memilik akses air bersih, daya listrik memadai, sistem pembuangan limbah yang baik
Minimal untuk skala kecil :
Gunakan mesin dengan kapasitas sesuai target pasar untuk menghindari overload dan kerusakan dini.
Buat sistem yang jelas, termasuk harga per kilo, estimasi waktu pengerjaan, sistem komplain, dan ketentuan ganti rugi, serta sangat disarankan memiliki nota atau invoice sebagai bukti transaksi.
SOP penting untuk proses sortir, pemisahan warna, standar pewangi, dan penanganan pakaian khusus. Hal ini akan meminimalkan risiko kerusakan dan komplain pelanggan.

Sistem pajak tergantung pada skala dan omzet usaha.
Dapat menggunakan skema PPh Final UMKM sebesar 0,5% dari omzet sesuai PP 23/2018 (yang masih berlaku dengan ketentuan waktu tertentu). Sebagai contoh :
Jika omzet per bulan Rp30.000.000 Pajak = 0,5% x 30.000.000 = Rp150.000
Menggunakan tarif PPh Badan umum (saat ini 22%) berdasarkan laba kena pajak.
Sebagian besar laundry skala kecil belum wajib PKP, kecuali omzet sudah melebihi batas yang ditentukan. Disiplin pajak penting untuk menghindari sanksi administrasi, mempermudah akses pembiayaan, dan menunjang reputasi usaha.
Memulai usaha laundry bukan sekadar membuka jasa cuci pakaian, tetapi membangun sistem usaha yang tertib, legal, dan berorientasi pada kualitas layanan. Dengan memahami dasar hukum, memilih KBLI yang tepat, mengelola keuangan dengan disiplin, serta mematuhi kewajiban pajak, usaha laundry dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan. Bagi pemula, kunci utamanya adalah memulai dengan skala realistis, menjaga kualitas, dan membangun kepercayaan pelanggan sejak hari pertama.
1. Apakah usaha laundry wajib memiliki NIB?
Ya. Berdasarkan sistem OSS berbasis risiko, setiap kegiatan usaha wajib memiliki NIB sebagai identitas usaha.
2. Apakah usaha laundry wajib PKP?
Tidak selalu. Hanya wajib PKP jika omzet sudah melebihi batas yang ditentukan pemerintah.
3. Apakah usaha laundry bisa dijalankan dari rumah?
Bisa, selama lokasi sesuai dengan ketentuan lingkungan dan memiliki sistem pembuangan limbah yang baik.
![]()
Penulis
Lia Astuti NingsihLia adalah Staff Konsultan di Infiniti. Memiliki pengalaman dalam mengurus perizinan-perizinan berusaha di Indonesia. Lia bertanggung jawab atas memberikan saran, rekomendasi dan solusi untuk memenuhi segala kebutuhan klien.
Ketentuan Pengutipan Website
Apabila kamu ingin mengutip tulisan dari Infiniti kamu bisa atribut penulisan sumber dengan format dibawah ini:
⬇️ ⬇️ Copy paste ⬇️ ⬇️
Lia Astuti Ningsih. "Panduan Lengkap Memulai Usaha Laundry Untuk Pemula". Infiniti Blog [tanggal kamu akses]. https://infiniti.id/blog/legal/panduan-memulai-usaha-laundry